Resensi saya untuk buku ini:
Gaya bahasa santai dan tidak berat, hanya sekitar 3 jam untuk menamatkannya. Buku yang mengisahkan kehidupannya sendiri "Rentang Kisah" dengan rendah hati. Permasalahan akademik, asmara, spiritual, dan sosial, dituliskannya tanpa terasa berlebihan dan imaginatif. Menurut saya ada pesan bagus dari buku ini yang dapat dipetik, dengan bahasa saya yaitu:
Kesalah-pahaman muncul karena setiap orang punya caranya masing-masing untuk mengungkapkan apa yang ada didalam dirinya.
Setiap orang punya kehidupan dan waktu mereka masing-masing.
Kebahagiaan seseorang tidak diukur dari kelihatannya dan katanya, tapi dari hatinya.
Masalah mengantarkan diri pada pertanyaan eksistensialisme dan kemudian berujung pada penghambaan diri.
Kesadaran akan muncul dalam rentang waktu tertentu, seperti buah akan muncul dan masak pada waktunya.
Tidak terlalu merasa benar sendiri, hingga pada waktunya yang kita anggap salah ternyata adalah kebenaran yang hanya belum kita pahami.
Ada keajaiban-keajaiban dalam hidup ini.
Ada dinding yang tidak dapat kita robohkan, yaitu takdir. Tidak peduli siapa, semua atas kehendaknya.
Tidak usah peduli dengan provokasi orang yang berkata "seharusnya sudah begini dan begitu", tetap tenang dan tanyakan pada diri mu sendiri, apa yang kau utamakan dalam kehidupan dengan keadaan yang sekarang.
No comments:
Post a Comment