Mengapa kau berjalan saat burung terbang dan ikan berenang?. Mengapa kau itu diri mu bukan orang lain?. Mengapa engkau masih bertanya saat semua sudah terdiam?. Mengapa engkau masih terjaga saat semua sudah terpejam?.
Jika masih tertinggal jauh dibelakang, jejak harum itu adalah arah. Jangan belakangi apa yang seharusnya dihadapi, tubuh telah bertahun-tahun terisi nasi, biarlah takdir yang menentukan kapan dia menguning.
Seekor burung terkurung karena kecantikan dan kemerduan, apa yang dianggap buruk terkadang adalah suatu keberuntungan, maka benarlah dia berkata, ada dosa yang tak pernah aku sesali.
Hujan akan reda, musim akan berganti, untuk apa menghitung setiap tetes dan mengamati setiap tanda-tanda. Hati itu bukanlah tanah bukanlah udara. Dia adalah untuk apa kau disebut manusia.
No comments:
Post a Comment