Saat kebenaran tak mampu lagi di sangkal, iman terhadap kebenaran adalah hal yang wajib dilakukan.
Manusia memiliki hati dan akal, terkadang keduanya berperang. Apakah mengikuti kebenaran hanyalah karena itulah yang benar dan bukan itulah yang membahagiakan?.
Bagaimanakah saat dimedan pertempuran, keluarga kita dan orang-orang yang kita kasihi ada dibarisan musuh, meskipun sekutu kita yang membunuh?, apakah tangan kita tidak akan lentur setelah berhadapan dengan mata kasih?. Mayat-mayat mereka ada di depan mata kita, kesedihan muncul karena membela kebenaran.
Kita tak mampu memberikan petunjuk terhadap orang yang kita kasihi, semuanya ada dalam takdir Tuhan.
Ya, Alloh engkau tahu harapan kami, selamatkan keluarga kami.
No comments:
Post a Comment