Saturday, April 25, 2020

Api dan Cermin

Siang telah menyulut api dan asapnya menyelimuti mata mu. Kau berduka karena abu telah kehilangan tubuhnya, padahal diri mu sendirilah yang telah mati dan abu telah menjadi cermin. Bukankah sebenarnya payung itu telah kau bawa, lalu mengapa panas terik membuat mu tetap berlari, apa kau lupa dengan apa yang ada digenggaman mu?.
Setelah kau bersama bayangan yang kau cari, jangan berkata bahwa semua kekhawatiran telah menjauhkan mu dari tujuan, katakan saja bahwa kau memang lemah, tak punya kekuatan!.

Monday, April 20, 2020

Kendali Buruk

Kekecewaan > kemarahan > balas dendam > kesadaran > penyesalan.
Mengendalikan kekecewaan bukanlah hal yang mudah, tetapi aku yakin waktu akan menyumbangkan kekuatan. 
Mampukah kau mengingat masa balita mu?, lalu mengapa kau tak percaya Tuhan akan melenyapkan ingatan yang menyedihkan!.
Sabar, sebentar lagi, berusaha jadi orang lebih baik, semoga Tuhan mengasihi kita semua dengan karunia yang sejati dan abadi.

Sunday, April 19, 2020

Burung cantik

Banyak syair yang tersusun karena duka, seperti terkelupasnya kulit pada buah, harumnya akan lebih banyak terpancarkan.

Jalan sepintas telah banyak melontarkan kutuk, air mata telah melahirkan keindahan. Sebutir biji yang telah kering, Pada tanah yang tersentuh hujan, Dia akan tumbuh meskipun terbuang. 

Mereka memuliakan seekor burung cantik dan bersuara merdu dengan sangkar emas, padahal tangis maupun tawanya sama indah di mata dan telinga mereka. Dengan cara apa seekor burung menunjukkan isi hatinya?, kicauannya bukanlah bahasa bagi manusia, hanya alunan nada dan reka-reka tanda.

Untuk apa pujian pada manusia dengan kata yang menawan dan aksara tingginya, padahal semua bergerak sebagai bentuk tangisan selain air mata.

Maka biarlah mencela siapapun yang ingin menghina!. Pesankan pada setiap hembusan nafas mu bahwa semua itu sia-sia!. 
Biarkanlah aku sendiri, membawa setiap apa yang aku percayai, udara bukanlah tak berisi, Dia menyimpan kehidupan yang membuat ku bahagia. 

Wednesday, April 15, 2020

matekkah?

Ada cerita di balik senyum ku ini, ada rahasia dibalik mata tenang mu itu. Tarikan bibir menyungging terdorong oleh angin kekosongan, tatapan mu juga tak berisi apapun kecuali udara. Dapatkah tersusun huruf menjadi kata saat kau bermain matematika?, dapatkah kau menyerap sejarah dari kejadian itu?, mengapa kerumunan mulut berkata aneka warna, bahkan campuran kopi dan susu menjadi kopi susu?, adakah kopi dan susu setelah itu?, maka berapa banyak lagi pikiran itu berkelit sempit, menerjang langit dengan satu kata "aku tak mampu lagi berkata, tak ada lagi selain yang ada".

Tuesday, April 14, 2020

Sepatu

Mungkin benar tentang perkataan bahwa " sebelum mendaki gunung, buanglah kerikil yang menyelinap di sepatu mu"

Sunday, April 12, 2020

Arah Diri

Mengapa kau berjalan saat burung terbang dan ikan berenang?. Mengapa kau itu diri mu bukan orang lain?. Mengapa engkau masih bertanya saat semua sudah terdiam?. Mengapa engkau masih terjaga saat semua sudah terpejam?. 

Jika masih tertinggal jauh dibelakang, jejak harum itu adalah arah. Jangan belakangi apa yang seharusnya dihadapi, tubuh telah bertahun-tahun terisi nasi, biarlah takdir yang menentukan kapan dia menguning.

Seekor burung terkurung karena kecantikan dan kemerduan, apa yang dianggap buruk terkadang adalah suatu keberuntungan, maka benarlah dia berkata, ada dosa yang tak pernah aku sesali.

Hujan akan reda, musim akan berganti, untuk apa menghitung setiap tetes dan mengamati setiap tanda-tanda. Hati itu bukanlah tanah bukanlah udara. Dia adalah untuk apa kau disebut manusia.

Thursday, April 9, 2020

Mampu

Setiap manusia punya cerita. Aku tidak berkata bahwa kesedihan mu itu hal biasa, aku tak menganggap masalah mu itu ringan, bahkan bagi ku memang terasa tidak mudah. Aku hanya ingin berkata, aku turut berduka atas semua yang terjadi, tetapi aku tak mampu mengerti menyeluruh tentang yang kamu rasaka dan alami, karena semua itu tidak menimpa pada diri ku sendiri. aku hanya mampu menemani mu, memberi mu semangat, mendoakan mu agar kamu kuat, tabah, dan semoga semuanya, yang ada di depan sana, kehidupan mu semakin membaik dan berbahagia.
Kita semua adalah makhluknya Tuhan. Semua hanya dapat berharap dan melakukan semampunya.

Wednesday, April 8, 2020

Sedikit waktu

Tak lama lagi, kesedihan tidak akan pernah ada. Segera, sesuatu yang tersisa hanyalah kebahagiaan terhebat dan abadi.

Monday, April 6, 2020

Resensi buku rentang kisah

Resensi saya untuk buku ini:
Gaya bahasa santai dan tidak berat, hanya sekitar 3 jam untuk menamatkannya. Buku yang mengisahkan kehidupannya sendiri "Rentang Kisah" dengan rendah hati. Permasalahan akademik, asmara, spiritual, dan sosial, dituliskannya tanpa terasa berlebihan dan imaginatif. Menurut saya ada pesan bagus dari buku ini yang dapat dipetik, dengan bahasa saya yaitu:

Kesalah-pahaman muncul karena setiap orang punya caranya masing-masing untuk mengungkapkan apa yang ada didalam dirinya.

Setiap orang punya kehidupan dan waktu mereka masing-masing.

Kebahagiaan seseorang tidak diukur dari kelihatannya dan katanya, tapi dari hatinya.

Masalah mengantarkan diri pada pertanyaan eksistensialisme dan kemudian berujung pada penghambaan diri.

Kesadaran akan muncul dalam rentang waktu tertentu, seperti buah akan muncul dan masak pada waktunya.

Tidak terlalu merasa benar sendiri, hingga pada waktunya yang kita anggap salah ternyata adalah kebenaran yang hanya belum kita pahami.

Ada keajaiban-keajaiban dalam hidup ini.

Ada dinding yang tidak dapat kita robohkan, yaitu takdir. Tidak peduli siapa, semua atas kehendaknya.

Tidak usah peduli dengan provokasi orang yang berkata "seharusnya sudah begini dan begitu", tetap tenang dan tanyakan pada diri mu sendiri, apa yang kau utamakan dalam kehidupan dengan keadaan yang sekarang.


Hindarkan dari ku

Saat kebenaran tak mampu lagi di sangkal, iman  terhadap kebenaran adalah hal yang wajib dilakukan. 
Manusia memiliki hati dan akal, terkadang keduanya berperang. Apakah mengikuti kebenaran hanyalah karena itulah yang benar dan bukan itulah yang membahagiakan?.
Bagaimanakah saat dimedan pertempuran, keluarga kita dan orang-orang yang kita kasihi ada dibarisan musuh, meskipun sekutu kita yang membunuh?, apakah tangan kita tidak akan lentur setelah berhadapan dengan mata kasih?. Mayat-mayat mereka ada di depan mata kita, kesedihan muncul karena membela kebenaran.
Kita tak mampu memberikan petunjuk terhadap orang yang kita kasihi, semuanya ada dalam takdir Tuhan.
Ya, Alloh engkau tahu harapan kami, selamatkan keluarga kami.

Mana?

Siapa yang menciptakan mu?, siapa yang menciptakan cahaya, air, tumbuhan, hewan, dan sesebagainya?. Siapa yang menciptakan Ibu, Ayah, dan saudara-saudara mu? Dapatkah kau menciptakan sehelai bulu ulat?, lalu mengapa kau lebih percaya pada manusia ketimbang yang menciptakan semesta?, lebih banyak berharap pada mereka ketimbang padanya?.
Jangan sampai kesedihan membuat kita lupa siapa diri dan mengutuk diri sendiri.

Apa yang kau inginkan?

Tanyakan pada seluruh manusia, satu hal apa yang mereka ingin miliki?. Semua pasti menjawab "bahagia". Tanyakan pada mereka, apa yang membuat kalian bahagia?. Semua pasti menjawab "kesempurnaan". Karena itu mustahil, mintalah jawaban yang selain itu!. Maka diantara mereka mulai menjawab dengan preoritas jawaban yang berbeda beda, ada yang berkata "kesehatan, kekayaan, cinta, keluarga, pendidikan dan banyak hal lain lagi sesuai dengan apa yang belum mereka miliki", terakhir suara dari kejauhan berkata "makrifatullah, kasih sayang Tuhan, kematian"!.

Kata Biji

Biji yang terjatuh dijalan akan pecah terinjak kaki, mereka yang tak pernah memperhatikan tak akan memperoleh apapun.

Biji yang ditanam pada tanah yang subur akan menetap dan bertahan hingga berbuah, mereka yang menyiapkan lahan akan bersyukur mendapatkan petunjuk, serta setia dalam perjalanan hingga pada waktunya membuka pintu surga.

Biji yang terletak pada batu, memunculkan akar, namun akan mati sebelum berdaun. Semakin bertambah usia, kaki harus lebih kuat menginjak tanah, karena balitalah yang sering terjatuh.

Tak ada pilihan

Satu-satunya jalan dalam hidup ini adalah dengan mengalami diri sendiri, dan itu bukanlah pilihan.

Tidak ada

Adakah manusia yang setiap waktu bersama mu, selalu memperhatikan mu di hadapan kaca, mendengar pikiran dan merasakan hati mu?. Tidak, mereka ada dalam peranan diri mereka, sedangkan apa yang kau alami adalah sebagai diri mu sendiri. Satu-satunya jalan adalah bahwa kau harus mengerti diri mu sendiri untuk mencapainya. Ketahuilah, Harga mu adalah sama seperti ku pada permulaan waktu. Lebih dari sekedar gunung, bumi, bahkan langit. Kau telah dihidupkan dan membawa janji, keyakinan mu dulu seperti kucing yang menertawai tikus, yakin, tak ada ragu. Sekarang kau telah tiba di medan pertempuran, pesan ku, jangan kau seperti prajurit yang meletakkan pedang dan melucuti pakaian, kemudian mengambil rumput layaknya seekor kuda dan mengumpulkannya seperti peternak. Kau boleh melupakan segala hal, tapi jangan kau lupakan satu janji mu itu!. Pertahankan baju dan ayunkan pedang mu, majulah!.

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...