Thursday, January 23, 2020
hatilah yang menghadap
Rumput menari gembira karena mendengar irama angin yang memabukkan. Tetesan air yang menghidupkannya bersembunyi dibalik tanah dan tak pernah terpandangi. Biarlah semua ada dalam catatan buku gelap, tinta hitam akan menyamarkan mata yang melihat, saat matahari membakar segala apa yang ada pada jasad, aku dengan hati ku menghadap.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment