Monday, December 16, 2019
sudut
Semua keceriaan yang sangat berwarna ini tentu akan sangat aku rindukan, terkadang segala kecewa ku pada kehidupan, teringankan dengan tawa dan senyuman, bukan dari apa yang ku alami, namun dari orang lain juga. Terkadang jiwa ku yang tertekan tanya menjawab sendiri, mengapa tidak saja aku melihat segala pernak-pernik yang terbuka dan mengundang tawa dan bahagia, mengapa aku hanya mengingat kecewa tapi melupakan segala bahagia?. Setitik hitam dihamparan kertas putih ? Mengapa tak ku sebut kertas itu bisa dikatakan jauh lebih banyak putih? Mengapa aku selalu mencela "kotor!, ternoda, buang!". Ohhh, mengapa....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment