Wednesday, December 11, 2019
pemadaman
Semua perjalanan yang telah ku tempuh, tak menentukan telah sebarapa jauh jarak ku, segala waktu berputar dalam gelap, dan ombak yang menjadi pijakan ku, tak ku tahu menggiring ku kearah pantai asal atau tuju, terkadang awan menyelimuti segala tanda, dan hujan membuat mata terkatup, aku takut membuka mata karena perih kejatuhan sebutir air begitu kuat menghantam jiwa, siapa tahu pusaran telah menyesatkan ku?, karena kepalaku tertutupi selimut hangat selama musim dingin belum berganti, atau keterlenaan ku dalam ke-tak-acuhan menikmati berbagai kejadian?. Terkadang angin dan panas membuka celah-celah dinding yang rapat, dan aku mencium bau kepada cinta abadi dan kerinduan yang tersadar bergejolak diantara palsu dan benar, benar dan palsu. segalanya yang ada diluar diri ku, keberadaan ku tetap hanyalah seperti buih yang menunggu matahari menjemput dan melenyapkan, semua tak dapat ku kendalikan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment