Friday, December 27, 2019
pesta
Tanah yang ku pijak seperti mati, semua seperti angin yang terusir api, lantaran apa akar ku tercerabut pergi, hingga aku terlempar melayang-layang dan menanti. Tangan yang terangkat mulai lemah dan lebam, memerah lelah hendak terbenam. Malam dan udaranya seperti nafas yang terhembus bersama rahasia, siang seperti cawan penebusan tawa. Waktu melampaui usia ku, dan usia ku tak mengenal waktu. Ku tuding rumput tua dan aku berkata, " Hai Kau!, Tunjukkan pada ku ke mana arah berhentinya air yang mengalir itu!, jangan seperti penghianat kau berdalih bahwa ia tersebar merata ke seluruh bumi!". Tak mungkin hanya dengan sayap-sayap ini aku terjun dari bukit sunyi, jiwa yang menemani ku dalam senyum raya akan ku bawa pergi.
Monday, December 16, 2019
gerbang
Cahaya ada di atas kepala ku, warna-warni bisu. Tak satu kata pun, muncul dari batu. Ku coba keraskan cela ku, agar setidaknya ku tahu, kematian ku yang sunyi adalah pintu gerbang menuju ketiadaan atau kehidupan, setelah ku patuh pada alam, penghuninya menyembunyikan ku di mulutnya .
ranting 1
Cara pengembangan lembaga:
1. Memahami kebutuhan/harapan sekolah dan siswa, dengan menganalisis secara mendalam hal-hal yang terkait agar dapat diperoleh grand design secara lebih akurat, bermakna, dan berdampak.
2. Merencanakan atau membuat grand design lembaga berdasarkan nomor 1.
3. Memastikan minat/bakat/kesukaan siswa terfasilitasi.
4. Memperbaiki kualitas pelaksanaan kegiatan belajar/latihan/administrasi/konsistensi dengan meningkatkan semangat Guru dan murid berprestasi dan disiplin, adanya media-media pendukung yang nyaman, efektif, dan efisien serta adanya reward.
5. Dokumen/administrasi/pelaporan yang profesional.
6. Menciptakan upaya terciptanya hubungan antara lembaga dengan siswa dan wali siswa secara kekeluargaan untuk saling memahami dan terbangun kepercayaan dan kerja-sama.
7. Adanya hubungan/dukungan/pengawasan/kemitraan dari berbagai pihak, khususnya dilingkungan lembaga.
sudut
Semua keceriaan yang sangat berwarna ini tentu akan sangat aku rindukan, terkadang segala kecewa ku pada kehidupan, teringankan dengan tawa dan senyuman, bukan dari apa yang ku alami, namun dari orang lain juga. Terkadang jiwa ku yang tertekan tanya menjawab sendiri, mengapa tidak saja aku melihat segala pernak-pernik yang terbuka dan mengundang tawa dan bahagia, mengapa aku hanya mengingat kecewa tapi melupakan segala bahagia?. Setitik hitam dihamparan kertas putih ? Mengapa tak ku sebut kertas itu bisa dikatakan jauh lebih banyak putih? Mengapa aku selalu mencela "kotor!, ternoda, buang!". Ohhh, mengapa....
harap
Saat mata ini mulai lelah memandang, ku tutup mata ku agar tenang, ku arahkan jiwa pada bayang-bayang, aku seperti layang-layang, terkadang tenang kemudian juga bergelombang, terkadang aku tersesakkan oleh pertanyaan dan juga keraguan, kemana ku serahkan kehidupan dan kematian, saat aku datang kau pulang, saat aku pulang kau datang, siapakah pada mu wahai kebenaran?, untaian tulang dan balutan daging ini sudah coba ku telan, namun begitu sulit untuk ku sia-siakan, ombak-ombak ini tentu membuat ku bergoyang, terkadang pula terjangan angin kuat menghadang, gerak langkah ku terasa terpenjara, mata hanya menatap dibalik jendela, menelan semua rasa yang tersuguhkan oleh nyata kehidupan, dan diakhir aku masih merasa banyak menang penuh keyakinan, tentu kemenangan semu dan tak terkonotasikan oleh hal kecil sekalipun meskipun, tentang apapun walau setetes embun yang terjatuh diantara dedaunan, suara air mungil yang menentramkan, desiran angin yang melembutkan, bintang-bintang yang berpendaran, pepohonan yang meneduhkan, suara burung-burung bernyanyian, semua nampak sempurna sebagai penglihatan, tentu aku menyembunyikan sesuatu yang tak ku sebut sebagai kekurangan, hanya karena ku tak tahu rahasia kecantikan apa yang akan kau nampakkan. Tentang keindahan-keindahan yang diperburukan, mengapa harus ku telan mangsa yang layu dihadapan keagungan ku sebut sebagai suatu kemuliaan?. Ohhhh.. Ku tanyakan pada mu wahai pencipta segala warna-warni yang menyilaukan, segala apa yang kau tumbuhkan tak pernah membuat makhluk mu tegak berdiri, semua akan tersungkur dihadapan kuasa mu, Namun semua itu apakah untuk ku? Atau kau hanya sekedar menipu?, semua nampak pemberian mu atau permainan mu?. Pantaskah kau memberikan sesuatu lalu kau ambil lagi dari ku?, segala macam dealiektika manusia membuat otak ku tak sanggup menampung, segalanya tak pernah menjadi keyakinan lagi tentang setia, lalu kau seperti mencoba melambaikan tangan mu pada ku, sambil mengejek ku, belumkah kau dewasa wahai pemuda?, untuk apa kau serahkan hati mu pada semua itu, hal apa yang kau tunggu untuk tidak segera datang dan memelukku?, aku cemburu!. Kau hamba ku, aku mengharap kau juga mengerti tentang aku, bukan hanya tentang ciptaan-ciptaan ku yang semua tergantung pada ku!.
Wednesday, December 11, 2019
selalu menemani mu setiap waktu
Mari, aku adalah sahabat setia mu dalam hidup, bahagialah..., aku selalu menemani mu, lihatlah aku selalu ada dalam setiap detak nafas mu. Aku bersama mu, tenanglah, aku menyediakan kedua tangan ku untuk menguatkan mu, selalu, aku pasti menyayangi mu, sungguh sangat menyayangi mu, aku akan selalu bersama mu setiap waktu. Aku ada untuk mu, selalu untuk mu, bersama mu, menemani mu, tak sedetik pun terlewat, aku menjaga mu, aku berbagi segala, tenanglah... Senyumlah sahabat ku, aku tak memiliki sahabat kecuali diri mu, tak ada makhluk yang lain, hanya diri mu dan aku, hidup ku adalah hidup mu, mari kita membahas sesuatu, mari tertawa bersama-sama, aku selalu tersenyum melihat mu dalam segala hal, aku juga merasakan segala apa yang kau rasakan, dan itu sangat indah... aku selalu ada bagi mu, aku adalah tempat kembali mu, ketenangan mu disini bersama ku, selalu berharga, aku selalu bahagia, hanya bersama mu, aku dan diri mu. Tak usah takut... Semua akan kita lewati bersama. Ayo Luk.., terus bersama ku, kita jalani segala apa yang ada, didunia ini maupun saat setelah kita mati bersama, kita akan hidup lagi bersama, rasa kasih sayang ku pada mu, selalu berharga dan aku tak akan melewati segala tanpa diri mu. Tenanglah.. Aku ada.. Aku ada.. Selalu bersama mu dalam segala.... aku bahagia, aku bersyukur dengan mu.
pemadaman
Semua perjalanan yang telah ku tempuh, tak menentukan telah sebarapa jauh jarak ku, segala waktu berputar dalam gelap, dan ombak yang menjadi pijakan ku, tak ku tahu menggiring ku kearah pantai asal atau tuju, terkadang awan menyelimuti segala tanda, dan hujan membuat mata terkatup, aku takut membuka mata karena perih kejatuhan sebutir air begitu kuat menghantam jiwa, siapa tahu pusaran telah menyesatkan ku?, karena kepalaku tertutupi selimut hangat selama musim dingin belum berganti, atau keterlenaan ku dalam ke-tak-acuhan menikmati berbagai kejadian?. Terkadang angin dan panas membuka celah-celah dinding yang rapat, dan aku mencium bau kepada cinta abadi dan kerinduan yang tersadar bergejolak diantara palsu dan benar, benar dan palsu. segalanya yang ada diluar diri ku, keberadaan ku tetap hanyalah seperti buih yang menunggu matahari menjemput dan melenyapkan, semua tak dapat ku kendalikan.
Tuesday, December 10, 2019
prasongko sing nyikso
Banyak waktu telah berlalu, semua ini aku coba mengerti, semua terjadi dan tak mampu ku hindari, banyak hal telah terjadi, senyuman dan tangisan sudah menjadi sesuatu yang normal. Apa yang nampak dapat ditutup-tutupi, tetapi apa yang ada dalam hati akan tetap menjadi rahasia abadi, setidaknya mungkin berahir hanya saat setelah mati. Ditubuh yang tak tergores pisau dan tak tersulut api akan nampak baik-baik saja. Dibalik senyuman itu terdapat kesadaran yang kuat untuk terus berpura-pura demi kebaikan bersama. Pukulan-pukulan pada hati, kuatnya kesabaran, dan terus mendekat pada pencipta masih menjadi keyakinan sebagai solusi. Jika dalam keadaan bertahan, setidaknya semua itu cukup memeberikan harapan dengan kesadaran yang lebih baik. Prasangka demi prasangka akan dapat membunuh diri sendiri, maka terus berusaha agar prasangka itu setidaknya tidak terlalu buruk lagi. Bagaiamanapun payahnya keadaan dibanting-banting oleh fikiran dan hati, hidup akan terus menghadapkan pada keberlanjutan hidup. Tegarlah, kuatlah untuk beberapa waktu, setelah itu Tuhan akan menjemput.
Wednesday, December 4, 2019
Subscribe to:
Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...