Thursday, October 17, 2019

Pohon

Ku pejamkan mata ku, ku lemparkan pikiran pada khayalan, terciptalah pohon indah ku. Sekarang aku dibawahnya, aku bersandar pada dahannya, akar-akarnya selembut selimut, ranting dan daunnya berombak indah tertiup angin, dan aku merasa sangat teduh, tak ada panas tak ada dingin, aku merasa sangat nyaman, bersama para sahabat yang penuh kedamaian, kucing, burung, monyet, kupu-kupu, lebah, ular, sapi, dan kuda. Aku berteman dengan mereka dan aku mendapatkan cerita yang sangat aku nikmati, air ada dihadapan ku berupa sungai kecil yang jernih dan segar, ini adalah kerangka surga, dan aku akan menyempurnakannya dengan apa yang akan diberikan Tuhan pada ku. Layakkah aku menyebut nama mu Tuhan?, saat apa yang ku sampaikan pada mu hanyalah kebutuhan demi kebutuhan?.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...