Saturday, March 6, 2021

Sampingan

Saat musim hujan ini telah selesai, musim kemarau akan menggantikan. Jika mendung yang kau tunggu, kau tahu sumber air sumur di tanah ini tidak pernah kering.

Bagi ku, tidak perlu kau mengerti, jika aku melihat bunga sebagai duri di sarangku, tetapi aku melihat bunga memang indah di tangan mu. Mata ku begitu gelap memandang diri sendiri, tetapi begitu heran menyaksikan mu. Kemunafikan itu begitu lembut menghancurkan jiwa ku, keimanan ku terasa palsu.

Banyak burung telah terbang mengelilingi gunung, tetapi aku akan tetap sabar semampu ku, walau berjalan terseok karena patah sebelah kaki ku, dan memang karena tidak banyak kemampuan ku. Selama hidup tubuh dan jiwa ku masih bergerak, mencoba terus bangkit dan menatap hal baik, itulah hidup ku.
Tetapi aku bukanlah manusia itu, yang mampu berlari mengejar mimpi mu, menyisakan napas untuk memejamkan mata karena cita-cita mu, aku akan hidup bersama orang yang menerima hidup ku.
Aku tidak akan pernah menjadi budak dari seorang yang akan mati dan membiarkan ku sendiri.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...