Thursday, December 15, 2022

Air dari Matahari

Kau, sungai yang deras dan kejam, hendak kemana kau hanyutkan diri ku, mengapa tak kau tenggelamkan saja, sehingga aku tak perlu lagi meminta. Kau cabut pohon-pohon yang telah mengakar dan membunga, cinta dan cita dalam waktu dan puluhan musim tertanam, dan kau dengan senyuman yang terus menawan, tak mau mengalah, mengiris jantung dengan belati tumpul, yang berkarat, yang ternodai air mata mu sendiri, yang kau sembunyikan dalam wajah ketegaran. Kau, sejauh berapapun melempar manusia pergi, hati itu tempat kembali, meresapi kebenaran, menyesali kelemahan, ia akan terus bersuara, tanpa rupa, walau sunyi, tanpa henti.

Kisah pergulatan itu tetap akan tinggal dalam kegelapan. Walau apa yang diusahakan tenggelam. Manusia ini telah menunjukkan keberpihakan pada kebanaran, bahkan diatas kebenaran itu kebaikan dan keindahan, etika yang bersumber kelembutan, rasa dan pengorbanan. Karena itu ia akan tetap dikenang sebagai pejuang, walau takdir telah mengadakan perayaan.

Terbanglah, kemanapun engkau kepakkan sayap mu duhai Bulan!. Pergilah!. Engkau manusia merdeka!.

Tetapi, andai kau meneguk kata yang ku tengadahkan, kau akan terus haus dan mencari sungai yang tak mau kering. Namun, bagaimana mungkin aku tidak mencintai mu duhai Bulan, saat hati ku ini terpotong, seakan sisa hati ini terus deras mengucurkan harapan. Bagaimana mungkin aku tidak merindukan mu duhai Bulan, saat sisa hati itu kau habisi, kau buang seperti bangkai, aku memungutnya dan menaruh segala kekecewaan dan dendam, memeluk semua itu agar terdiam. Aku akan menumbuhkan bunga dari tanah yang terkubur di dalamnya potongan hatiku, dengan penerimaan dan kesadaran. Walau jiwa ini berhias bercak-bercak darah, pahatan luka yang mengerikan. Tetapi aku terus hidup untuk menumbuhkan benih pada tanah ini, keyakinan yang tidak harus tegak dari penglihatan. Aku mati dan hidup kembali, aku akan berusaha hidup sampai mati. DariNya, bukan dari atau karena mu.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...