Engkau seakan menjadi hewan buangan, yang terlantar tanpa payung hujan, sendiri kau lewati jalan-jalan, penuh kecemasan seakan buruan, berlangkah pelan dan khawatir akan jebakan. Sungguh malang, hidup mu terlayang, seakan tercengkeram oleh elang yang terbang.
Himbusan angin tak menyiratkan kabar kedamaian, pasukan-pasukan seakan dikerahkan dalam persembunyian, memata-matai dan menyusun strategi. kau seakan melangkah dalam pasrah, tetapi bukan menyerah, kegoncangan jiwamu yang tersiksa, matahari seakan membuka rahasia kepada musuh yang seharusnya saudara. Tetapi nyatanya kau tidak mati, kau masih hidup dan punya mimpi. Dalam pengasingan ke dalam rimba yang dipenuhi endapan srigala, engkau terus berusaha ada.
No comments:
Post a Comment