Wednesday, March 16, 2022

Ignorant

Bahasa "Kedewasaan rohani", terkadang keluar dari mulut bayi. Bukan karena tuli, tetapi menutupnya hati. Kegaduhan yang seakan merajai, ternyata hanyalah komedi. Semakin banyak manusia berbunyi, kedamaian terasa lebih sepi.
Mengutip pernyataan, "merajalelanya kerusakan bukan karena banyaknya kejahatan, tetapi karena kebaikan yang mendiam".

Kehidupan semakin unik dan kehilangan mahkotanya, manusia semakin teruji untuk mengetahui sejatinya. Padang kurusetra yang tergelar, meramaikan jagat bernalar. Berusaha tidak sekedar, karena khawatir terlempar, menjadi korban, kekonyolan.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...