Duhai api, jangan kau tergoyah oleh angin yang datang dari sepi, karena cahaya mu bukanlah matahari. Kau datang hanya sebentar, mengakar dan kemudian terkapar.
Duhai api, jadilah engkau penerang hati, membatasi angan yang tanpa henti, menghalangi mata dari bunga-bunga yang menyimpan duri.
Duhai api, apakah cahaya mu mampu menumbuhkan benih-benih yang bersembunyi, mereka ketakutan karena kegelapan menghantui, tumbuhkanlah kembali taman-taman yang ada di hati, keteduhan pepohonan dan kegembiraan kupu-kupu yang menari. Ketakutan telah merenggut kebebasan, lantangkanlah nyala mu kepada malam yang hendak menikam, walau kau hanya sebuah lilin yang sendirian.
Cahaya yang dipancarkan dari harapan, akan menyentuh diamnya lautan, ia akan menggenggam awan dan menebarkan hujan.
No comments:
Post a Comment