Sunday, March 27, 2022

Jiwa Yang Menguap

Tatanan kata yang lahir dari kehati-hatian, berbingkai penasaran yang menyembunyikan tujuan, bersentuh kehalusan yang menembus perasaan, memercikkan puluhan dugaan tanpa kepastian.
Untuk apa terlalu percaya diri bahwa kamu ini orang baik, bahwa kamu itu orang yang sabar dan lain-lain. Mengapa kamu melupakan potensi simpanan yang dipendam manusia yang menyabari diri mu, tetapi kamu sendiri yang hanya merasa benar dan banyak bersabar.
Sadarlah, mungkin saja saat kamu sedang menyabari manusia, sebenarnya manusia juga sedang menyabari diri mu.

Bunga selalu menampakkan keindahan dan menebarkan keharuman, cara yang selalu sesuai dan nampak tak bercacat. Tetapi siapakah yang sadar saat dunia menuju kehancuran?. Siapakah yang tahu jarak kematian?.


Wednesday, March 16, 2022

Ignorant

Bahasa "Kedewasaan rohani", terkadang keluar dari mulut bayi. Bukan karena tuli, tetapi menutupnya hati. Kegaduhan yang seakan merajai, ternyata hanyalah komedi. Semakin banyak manusia berbunyi, kedamaian terasa lebih sepi.
Mengutip pernyataan, "merajalelanya kerusakan bukan karena banyaknya kejahatan, tetapi karena kebaikan yang mendiam".

Kehidupan semakin unik dan kehilangan mahkotanya, manusia semakin teruji untuk mengetahui sejatinya. Padang kurusetra yang tergelar, meramaikan jagat bernalar. Berusaha tidak sekedar, karena khawatir terlempar, menjadi korban, kekonyolan.

Friday, March 11, 2022

Pemuja Nafsu

Terkadang manusia terjerembab dalam kelalaian, sehingga perlu ada yang mengingatkan, agar kemudian terselamatkan, itulah kepedulian.
Tetapi peringatan terkadang malah dimaknai sebagai hinaan, dianggap muncul dari sumber kebencian, yang peduli malah dicaci, yang menjerumuskan malah diberi penghargaan.
*Self reminder*

Wednesday, March 2, 2022

Embun Esok Hari

Duhai api, jangan kau tergoyah oleh angin yang datang dari sepi, karena cahaya mu bukanlah matahari. Kau datang hanya sebentar, mengakar dan kemudian terkapar.
Duhai api, jadilah engkau penerang hati, membatasi angan yang tanpa henti, menghalangi mata dari bunga-bunga yang menyimpan duri.
Duhai api, apakah cahaya mu mampu menumbuhkan benih-benih yang bersembunyi, mereka ketakutan karena kegelapan menghantui, tumbuhkanlah kembali taman-taman yang ada di hati, keteduhan pepohonan dan kegembiraan kupu-kupu yang menari. Ketakutan telah merenggut kebebasan, lantangkanlah nyala mu kepada malam yang hendak menikam, walau kau hanya sebuah lilin yang sendirian.
Cahaya yang dipancarkan dari harapan, akan menyentuh diamnya lautan, ia akan menggenggam awan dan menebarkan hujan. 

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...