Tatanan kata yang lahir dari kehati-hatian, berbingkai penasaran yang menyembunyikan tujuan, bersentuh kehalusan yang menembus perasaan, memercikkan puluhan dugaan tanpa kepastian.
Untuk apa terlalu percaya diri bahwa kamu ini orang baik, bahwa kamu itu orang yang sabar dan lain-lain. Mengapa kamu melupakan potensi simpanan yang dipendam manusia yang menyabari diri mu, tetapi kamu sendiri yang hanya merasa benar dan banyak bersabar.
Sadarlah, mungkin saja saat kamu sedang menyabari manusia, sebenarnya manusia juga sedang menyabari diri mu.
Bunga selalu menampakkan keindahan dan menebarkan keharuman, cara yang selalu sesuai dan nampak tak bercacat. Tetapi siapakah yang sadar saat dunia menuju kehancuran?. Siapakah yang tahu jarak kematian?.