Kapan kita bisa menari kawan, apakah terlalu dalam lumpur yang menawan mu?.
Mengapa tak bergoyang jiwa mu dengan kegembiraan ini, apakah yang selama ini kau tunggu?. Bukankah selama ini kau dalam kesibukan tanpa pernah meletakkan apa yang kau rindukan. Mengapa menyiksa diri mu sendiri, jika memang sudah tiada lagi sisa kesabaran, pergi dan jadilan serangga yang menyatu di cahaya lilin itu.
Manakah perkataan yang penuh kepuasan mu dulu, apakah kesedihan telah memperbudak kesadaran mu?. Hujan telah turun, angin telah memabukkan pepohonan, pertunjukan seniman telah dimulai, manakah loncatan-loncatan kekanakan mu?.
No comments:
Post a Comment