Wednesday, November 4, 2020

Tuah keikhlasan

Pada saatnya nanti, sepertinya sedikit yang mampu bertahan, lebih banyak yang akan menyerah, terjatuh lelah menggenggam prinsip, kemudahan langkah yang belum tersapa "sihir dunia" , hanya kehormatan palsu yang tak teruji.

Saat ini, boleh manusia tersenyum dengan keteguhannya, tetapi masa depan dapat diluar rencana, selama di sini tiada kata selesai, hidup selalu bergerak dan tiada yang tahu akhirnya.

Semakin hari, api itu bukan semakin redup, tetapi lebih berkobar, didorong angin agar menyebar, menyakiti dinding-dinding kesabaran.

Dengan apa lagi kepala dapat tegak, hati menunduk rendah terperosok kesombongan. Apa yang pernah terlontar, menumbuk balik kepala pelempar.

Sosok itu memang hebat, perkataannya seakan bertuah, menyerang dengan halus kepada yang tak percaya, merobek-robek mulut para pencela. Hingga pada saatnya,  kebijaksanaannya merombak hati pendengki, karmanya menusuk jiwa para pembenci, mengembalikan mata sadar para durjana.

Saat ini, tidak lagi, jangan lagi, menentang apa yang diucapkan, ketakutan juga berguna bagi keselamatan, cukup diam dan berperasaan baik, tidak berlebihan.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...