Saturday, November 28, 2020

Kasih

Banyak waktu telah kau habiskan, hanya untuk menentukan siapa yang salah dan pantas dilenyapkan. Satu hal yang dapat dipelajari dari kesombongan, karenanya adalah kehinaan. Tetapi kebencian dan dendam selalu membawa bibit penyakit pula, membutakan mata hati dan kesadaran, membusukkan kekeringan dari penderitaan, namun lihatlah pada pemilih cinta dan belas kasih itu!, mereka akan selalu menawarkan kedamaian, karena di atas tangga keadilan terdapat pemberian maaf, posisi yang lebih terhormat.

Hidup dalam arena benar salah tak akan mencapai penyelesaian, hidup dalam status menang dan kalah selalu menimbulkan kebanggaan dan kerendahan. Permusuhan yang tak ada hentinya, hanya akan menciptakan kemunduran, pengetahuan yang digunakan hanya untuk saling serang, menjadikan kemajuan itu tak bermakna, menimbulkan lebih banyak kecurigaan dan kesedihan.

Prinsip dan keyakinan hanyalah ranting dari sebuah pohon kebenaran, kasih sayang adalah akar yang menghidupi dan menegakkannya. Tak apa jika kau merelakan sebagian atau seluruh ranting itu terpotong, tetapi jika akar telah lapuk teracuni, maka kebenaran akan segera mati.
Manusia selalu melihat kebenaran dari matanya, melupakan apa yang tersembunyi di balik tanah. Tidak pernah sabar untuk berprasangka buruk, lemah menahan untuk kepentingan pribadi, penderitaan manusia yang sesungguhnya adalah hilangnya kasih sayang, karena itulah satu-satunya alasan murni kerelaan manusia untuk dapat melanjutkan hidup. Tak ada kehidupan, jika dalam diri manusia tak ada kasih sayang, kasih sayang lah yang mengikat semua makhluk, agar terus dapat bertahan dan berkembang. Keserakahanlah yang telah menguliti muka manusia, menampakkan kelicikan dengan terang benderang, mengharap dapat menutupi bumi dari cahaya matahari, dapatkah adalah kesia-siaan?.

No comments:

Post a Comment

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...