Tuesday, November 25, 2025
Angin Malam
Ku rindu tiupan angin malam di tanah perantauan. Desirnya pernah memelukku, seperti anak kecil yang bermain-main, menjauh dan kemudian mendekat saat ku panggil. Sekejab, namun ku ingat. Aku ingin berbincang lagi dengan mu, tanpa suara, hanya rasa, dari sentuhan lembut, yang tak terlihat mata, keheningan, dan kedamaian.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...
No comments:
Post a Comment