Monday, July 22, 2024
Keterbalikan Realita
Sunday, July 21, 2024
Batas Pandangan
Saturday, July 20, 2024
Bukan Tentang Setia
Hai manusia,
Setia itu Aku percontohkan pada sang surya.
Bahkan, pengkhianatannya adalah ketidak-berdayaannya atas kuasa Ku, yaitu saat kiamat hendak aku wujudkan. Saat itu, semua manusia menjerit, menuduh sang surya tidak lagi setia. Tetapi sebenarnya, Akulah di balik semua cerita. Biar mereka tahu, setia itu milik Ku dan biar sang surya tahu bahwa kesetiaannya ada atas kendali Ku. Saat itu, manusia dan sang surya sama-sama menangis, mereka sadar bahwa semua kebaikan adalah milik Ku, mereka semua kemudian hanya menghadapkan wajahnya pada Ku.
Bukankah selembar daun yang jatuh ada dalam pengetahuan dan kuasa Ku, lalu mengapa seakan segenap langkah kaki dan gerak hati itu sama sekali bukan karena Ku.
Apakah manusia itu telah kehilangan iman atas takdir Ku?. Ataukah mereka merasa telah berlepas diri dari Ku?.
Biarkan Aku sendiri yang menilai hakekat hamba Ku. Karena Aku yang sungguh tahu tentang sebenarnya hamba Ku. Akulah yang terdekat dengannya bahkan dari dirinya sendiri. Akulah yang menciptakannya, akulah yang mengurusnya, siapakah yang lebih mengasihi seorang hamba kecuali Tuhan yang menciptakannya, dan Tuhannya adalah Aku.
Bukankah aku berkuasa membuat manusia sama, tetapi memang aku menghendaki berbeda. Terkadang manusia itu tidak kurang pengetahuan, hanya saja kurang penghayatan.
Silahkan saja di dunia ini manusia memandang tentang kemanusiaan, moral, pidana, perdata, adat, dan sebagainya. Tetapi jangan melupakan, Akulah Hakim yang sesungguhnya, karena Akulah yang sungguh mengetahui persoalan. Mata manusia hanya aku taruh pada permukaan, dan Akulah kedalaman, Akulah keadilan.
Jalani saja keputusan hidup yang menurut mu lebih baik dan berharaplah pada Ku.
Akulah yang membuat manusia menangis dan tertawa.
Akulah yang membuat manusia berani dan takut.
Akulah yang membuat manusia saling memaafkan.
Akulah yang menumbuhkan diantara mereka kasih sayang.
Akulah yang mengatur siang dan malam.
Akulah yang menyatukan dan memisahkan.
Gelap itu tidak selalu malam, siapa tahu kita bangun tidur saat terjadi gerhana matahari, atau tiada celah-celah cahaya yang masuk ke ruang hati, karena kita menguncinya dengan rasa benar sendiri. Kita punya hak untuk memutuskan apa yang menurut kita lebih baik untuk diri kita. Semoga Tuhan membuat semua jiwa menjadi ridho.
Wednesday, July 17, 2024
Petunjuk
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...