Bulan, ku kira kau akan terus bersinar, meramaikan ruang jiwa yang sunyi, mencahayai mataku ku yang menanti.
Bulan, ku kira kau akan terus di sana, membuat ku terpana, walaupun berganti hari, kau akan datang lagi.
Bulan, maka saat ini, kemana engkau pergi?. Apakah engkau tak lagi sudi, dibawah sinarmu aku berdiri.
Bulan, bukankah telah aku katakan, setiap malam aku akan menemui, mengantarkan mu kepada pagi.
Bulan, namun sekarang, setiap kali aku datang, awan hitam selalu menghadang. Apakah kau telah mengunci pintu, membiarkan semuanya berlalu.
Bulan, memang aku, bukanlah matahari yang mampu menyalakan hidup mu. Aku, bukanlah lautan yang mampu menjadi cermin keindahan mu. Aku, hanyalah manusia, yang terlena karena rasa, saat malam purnama, kau tampakkan nyala itu, semua bagai kesempurnaan mimpi, seakan kau serahkan seluruh bumi kepada hati ini.