Semoga, kelembutan kebahagiaan menyertai mu, walau kau tiada mengerti apa yang pasti selain mati, tetapi biarlah begitu, karena hidup berjalan dengan harapan, yakini saja suatu hari, engkau akan sampai pada akhirnya, engkau akan berkata, "tiada derita yang pernah ku rasa".
Bersabarlah, walau ujung yang tajam telah munusuk dan merobek jiwa mu, walau kekasaran telah memahat pikiran mu, walau kekurangan telah membelenggu.
Bersabarlah, karena api akan menghabisi hati yang kering, jadilah engkau lautan, keluasan yang tidak akan bisa diluapkan.
Ingatlah keadaan, karena tawanan bukanlah seorang raja, bersabarlah dalam penjara, terimalah siksa, semoga segera merdeka.
Mulut yang terbungkam biarlah mati kelaparan, tetapi engkau telah mencari jalan
dan bersuara keras kepada Tuhan.
Tunggulah, karena tiada yang tahu masa depan dan kebijakan masa lalu. Terimalah, karena tiada yang benar-benar mampu menerima, selain diri mu sendiri.
Keadaan diri yang tidak menguntungkan, akan memperlihatkan siapa saja mereka merupakan. Kesejatian dikelupas melalui pembakaran. Siapapun mudah bertahan jika tiada kerugian dan rayuan. Dengarkanlah dengan halus tentang pesan yang selama ini terlontarkan, karena kekurangan atau kebanggaan?. Kebaikan macam apakah jika seseorang membalas kebaikan karena kebaikan?, kecuali jika kebusukan dibayar dengan kehangatan, karena Kebaikan berada di atas kemanusiaan.