Kemana Engkau pergi?, aku ini terus mencari. Jiwa ku terasa letih, luka-luka ini terasa perih. Penantian sudah terasa panjang, dunia terasa mengerut tak lapang, pergantian hari sekedar undian kesabaran dan kesyukuran, menerima apapun yang terjadi bukanlah pilihan, tetapi penyadaran, pengakuan.
Hilangkanlah keberadaan yang penuh keterasingan , seperti ucapan tuan-tuan yang mengatakan "andai aku tidak pernah terlahirkan, andai aku hanyalah sebuah dahan.".
Mengapa Kau buang, bunga-bunga yang terbayang, doa-doa telah terlayang, namun kenyataan seakan terlarang. Apakah aku bumi sedangkan Kau mentari?, walau daun tak pernah membelai perakaran, Dia akan terus memberi kehidupan.
No comments:
Post a Comment