Dunia terasa semakin berbeda, berjalannya waktu terasa tak bermakna, lalu bagaimana dapat terus berjalan jika berada dalam kebimbangan.
Memandang dengan mata kebenaran.
Dengan rasa pengakuan dan kesadaran.
Sesekali sesenggukan menyesali kebodohan diri.
Betapa dholimnya terhadap diri sendiri.
Apakah kehancuran akan disempurnakan?.
Tidak, seharusnya yang dilakukan adalah perbaikan, seperti yang teringat, "aku ingin mati dalam perjalanan menuju mu, walau aku belum mampu mengetuk pintu mu".