Kepada benda kecil itu, aku meletakkan sebutir harapan, karena aku takut dengan kekecewaan, namun siapa yang tahu penggenap perjalanan?.
Mata terasa teduh melihat warna itu, hati merasa tenang dengan keyakinan, aku ingin bersama, bersatu menuju ke yang terdalam dan tertinggi, agar tiada lagi kata mati dan segalanya menjadi abadi.
Dengan kata sederhana, aku menyisipkan rasa, dengan segala alasan aku merahasiakan perasaan, dan dengan mata yang tak bersungguh-sungguh aku menyembunyikan rapuh. Aku ingin merasa ada, walau hanya menebarkan sedikit keharuman di wajah itu.
Aku sedang membangun keberanian, menata bambu-bambu, untuk menyeberangi rentang waktu, terkadang kau bagaikan sungai yang deras mengerikan, tetapi terkadang seperti sungai kecil yang menentramkan.
Selamat datang atau selamat jalan,
Semuanya ku hadapkan pada Sang Kebenaran.