Aku tak mau lebih hancur dengan memupuk tanah yang tiada benih tertanam di dalamnya, aku tak mau melihat bulan yang darinya aku ingin memetiknya, sudah lama ketidak-abadian itu berubah-ubah tak menetap sifatnya.
Lalu, apa yang membuat ku terseret dalam perangkap rayunya?.
Aku harus melawan segala macam tipu daya, menyiapkan kaki dalam pengembaraan rasa, mencari cahaya yang darinya berbinar kedua mata.