Saturday, February 26, 2022
Rahasia Nama
Langit memiliki rahasia, tiada yang diperbolehkan mengetahui, walau tentang sehelai daun yang akan terbakar, walau setetes airmata yang akan terusap. Biarlah muatan nama yang berat di rindu, menjadi tanggungan hati yang terjatuh, walau dunia seakan tertawa mencela, biarlah waktu yang mengakhiri dan mengubur semua. Dunia selalu dinamis dan fluktuatif, penyikapan yang sewajarnya perlu terinternalisasi kembali.
Friday, February 18, 2022
Ruang Perabot
Merasa tidak berdaya adalah bagian tanda dari putus asa, Semoga disertai kemudahan dalam memperbaiki keadaan. Semoga jiwa tidak terlalu sempit untuk menyediakan ruang selain keegoisan.
Thursday, February 17, 2022
Bersalah
Amarah yang sulit terkontrol, dikhawatirkan bagian dari ciri "gumede", bahkan sifat kriminal. Merasa kebanarannya sehitam dan seputih penglihatan. Memaklumi diri sendiri dan tanpa ampun terhadap orang lain, bagian dari ketidak-tahuan diri, tidak pernah berkaca, dan tanpa keadilan. Banyak penyesalan yang tak terlupakan hanya karena amarah sesaat. Terbiasa merasa bersalah, dapat memadamkan kebuasan api yang hendak menghanguskan. Semoga kehidupan terus membaik. Aamiin
Monday, February 14, 2022
Setelah jatuh
Merasa perlu lebih banyak melihat dan mendengar dari pada berbicara. Matahari telah bersinar dan menerangkan apa yang telah dicahayainya. Berjalan sebagaimana peta menunjukkan. Membersihkan hati dari rasionalitas sesat, karena empirisitas terkadang membuktikan sebaliknya.
Tuesday, February 8, 2022
Keberuntungan dan Kebenaran
Tetap lembutkanlah suaramu, walau kebenaran begitu keras di jiwamu. Karena kebenaran selalu berseru, "Biarkan aku tidak berbaju, aku tidak punya alasan untuk malu!". Engkau hanyalah penyampai berita yang sudah mempersiapkan diri di atas pelana, sedangkan dia berada di tempatnya dengan senjata.
Kedamaian tidak cukup diusahakan dengan sekedar catur kebenaran. Tikus yang tidak beruntung sekedar memerhatikan keju tanpa mengingat kucing. Memang terkadang, terdapat sejumlah orang yang terlelap tidur sementara keberuntungannya terbangun. Tetapi pepatah keras berkata, "keberuntungan adalah impian bagi orang pemalas".
Wednesday, February 2, 2022
Rasa dan Nyata
Engkau bagaikan awan yang menyembunyikan cinta dan kecemburuan, pengorbananmu tergambar dari gerimis yang seharusnya hujan. Engkau adalah lilin yang membunuh dirinya sendiri, menerangi jalan kebahagiaan dengan pengorbanan, bukan keegoisan kepemilikan.
Apakah lupa?, Penguasa semesta?, Pengatur segala perkara?.
Kebenaran?, Tuhan?.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Menanti Sebuah Mimpi
Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...
-
"Tangan terasa lemah, pikiran berputar lelah, perasaan berisik gundah, menjalani hidup tanpa arah. Saat segala ucapan bagai pedang, kes...
-
Hi, sahabat Sekolah Tanpa Batas, bingung nyari aplikasi/tautan yang dapat digunakan pada PID / IFP diSekolah? Selain pemanfaatan *Rumah Pen...
-
Seperti perut yang tak pernah kau tahu isinya, nasi dan udara sama-sama dapat membuatnya mengembang. Persis seperti pikiran mu itu, sulut ke...