Pantaskah Kau guyur diri ku dengan lumpur, jika kau hendak membersihkan ku agar harum?. Betapa busuknya bau tubuh ku, inikah yang Kau sebut kemurnian?. Kemana perginya angin segar yang Kau kendalikan?,
mengapa hujan tak segera Kau tebarkan kepada ku?, Adakah biji tersembunyi yang hendak Kau tumbuhkan disana?.
Apakah masih tak pantas batu ini terurai menjadi tanah?, jalanan luas Mu terasa sempit dan semakin kering, debu telah bertebaran terusik pergolakan rindu, lautan telah menyurut bercampur luapan pengharapan. Apakah mata ku tak mampu menangkap ataukah kesadaran ku yang telah lama buta?.
Bukankah langit telah mengandung seruan ku kepada Mu, Apakah kesunyian menolak permintaan ku untuk menyampaikan sesak napas ku itu?. Hal apa lagi yang harus aku pikul, kaki ku terantai dan tangan ku terbelenggu, masih tidak bisakah aku mengagungkan Mu dan memusnahkan kehadiran ku, apakah harus sampai aku tersungkur mememeluk bumi, karena meminta kepada Mu atau kematian lebih layak untuk ku.