Sunday, May 24, 2020

Terusir tunduk

Adakah tempat di luar kerajaannya, sehingga engkau pergi karena terhina?, kemanapun jiwa raga mu bertebar,
bagaimanapun keadaan dan apapun yang terjadi, kuasa Tuhan tak pernah meninggalkan mu. Akan kau dapati saat untuk memilih, dan yang terbaik belum tentu dapat memuaskan segala bayangan mu. Lalu, apakah yang segalanya?, adalah apa yang kau sebut sang Maha Kuasa.

Thursday, May 21, 2020

Lantas

Apakah hanya dengan berkata "Tuhan!, Tuhan!". Kau akan mendapat pengakuan darinya?. 
Dasar manusia yang tak punya pikiran dan perasaan!, kau berbelas kasih terhadap diri sendiri tetapi mengabaikan bahkan mengacaukan kehidupan orang lain. Kau lantang bicara kebenaran hanya untuk kepentingan pribadi, iman mu adalah iman model transaksi yang tak berarti, kau lakukan apa yang menyenangkan hati mu dan mengesampingkan apa yang tidak sesuai hawa nafsu mu.

*Bukan untuk siapapun, hanya sekedar mengarang tanpa tertuju pada seseorang*
Hanya sebagai pengingat-ingat

Wednesday, May 20, 2020

Jam

Semakin hari ku rasa napas ini berhembus lebih pelan, berbeda dengan detik jam yang banyak berlalu tanpa tujuan, berputar-putar hanya untuk mengingatkan sisa-sisa kehidupan.

Tuesday, May 19, 2020

Tidak Usah

Enggak usah ngarep dibahagiain orang lain, mereka semua ada diluar kendali mu, tidak bertempat di setiap harapan mu, mareka adalah juga tuan untuk dirinya sendiri.

Thursday, May 14, 2020

cahaya

Cahaya yang kamu lihat itu hanyalah pantulan saja, matahari itulah yang punya kuasa. Bulan tak pernah indah, bahkan tak juga dapat kamu lihat. Aandai tak ada cahaya darinya, semua hanya dapat kamu cela.

Wednesday, May 13, 2020

malam dan aku terus berjalan

Aku telah kalah hari ini, tetapi musuh telah kelelahan dan pergi, aku punya waktu untuk sembuh dan bangkit lagi, untuk kembali menelusuri setiap tempat menggapai tujuan yang tersembunyi, berperang atau berkawan dengan segenap hati, dari jiwa yang terdalam setiap manusia ia dapat diketahui.

Tuesday, May 12, 2020

cermin wajah

Hal yang paling mudah adalah menyalahkan orang lain dan menutup mata terhadap kelemahan diri sendiri.
Seperti dalam kehidupan sosial, kita hanya mampu melihat wajah orang lain karena cermin tersimpan dirumah kita masing-masing.
Andaikan kita mampu melihat perwujudan diri kita pada wajah orang lain, kita akan lebih mengerti untuk bersikap adil.

Monday, May 11, 2020

Biar

Biarlah aku terbakar oleh api yang telah ku nyalakan sendiri.

Kelemahan memang tak pernah bisa lepas dari kehidupan.

Semoga saja Tuhan 
masih memberi ku keselamatan.

Sunday, May 10, 2020

Hidup

Dulu aku pernah berfikir bahwa waktu ini sudah melewati batas perkiraan ku, karena telah ku tunggu di satu titik, tetapi waktu masih terus berjalan, ternyata napas ini tetap ada bersama ku dalam kehidupan.
Pada malam yang menyelimuti kenyataan, dikabarkan banyak berita tentang kesedihan, banyak juga senyum tak bersuara penuh kesyukuran, silih berganti siang dan malam tak berani ku katakan untuk mu bahwa itu adalah tawa dan tangisan, karena jika aku berkata tentang kesedihan, terkadang itulah yang sebenarnya membawa pada makna, namun jika aku berkata penuh semangat dan ceria, terkadang itulah yang membuat ku lupa.
Sama halnya kau lupa tentang semua alasan mu untuk hidup pada dahulu kala, tetapi kehidupan yang terus terlewati itu sendirilah yang mengajari untuk apa hidup itu.

Lapang

Mulut telah banyak bersuara, padahal hati yang menanggung sesaknya. Cinta ku adalah keindahan, tentangnya kata selalu tersusun penuh penghayatan, tetapi pada nyala kebenaran, ku tak mampu melihat diri sendiri, yang aku tahu hanya bayangan.

Menanti Sebuah Mimpi

Entah sampai kapan sebuah harapan akan terus tergenggam, bertahun-tahun tak pernah lepas dari gumaman. Kadang penantian terasa membosankan, ...